Ilmu Elektro Medik

Berbagi bersama demi kemajuan elektromedis

Ilmu Elektro Medik

Berbagi bersama demi kemajuan elektromedis

Ilmu Elektro Medik

Berbagi bersama demi kemajuan elektromedis

Ilmu Elektro Medik

Berbagi bersama demi kemajuan elektromedis

Ilmu Elektro Medik

Berbagi bersama demi kemajuan elektromedis

Sabtu, 20 Juli 2013

Strain Gage

Sensor dan Transduser

STRAIN GAGE





Strain Gage (Strain Gauge) adalah alat yang digunakan untuk mengukur tegangan atau berat pada suatu objek.  

Pertama kali ditemukan oleh Edward E. Simmons pada tahun 1983.
Strain gage mamanfaatkan sifat konduktansi elektrik

Gaya yang diberikan pada suatu benda logam (material ferrit / konduktif), selain menimbulkan deformasi bentuk fisik juga menimbulkan perubahan sifat resistansi elektrik benda tersebut

Dengan menempelkan jenis material tersebut pada suatu benda uji (specimen) menggunakan suatu perekat yang isolatif terhadap arus listrik, maka material tadi akan menghasilkan adanya perubahan resistansi yang nilainya sebanding terhadap deformasi bentuknya.





Strain gauge dibuat dari sehelai kertas logam resistif yang dikikis tipis (etced-foil) dan berbentuk kisi (grid) – sebagai elemen utama (sensor) – serta dilapisi dengan sepasang selaput sebagai pelindung sekaligus isolator.

Kemudian ditambahkan sepasang kawat timah (lead-gauge) yang terhubung pada kedua ujung elemen sensor.

Kegunaan Strain Gage
Untuk mengukur tekanan ataupun berat suatu objek, contohnya:
1. Digunakan pada pengkur berat badan digital.
2. Alat pengukur pertambahan retakan pada pondasi/dinding bangunan









Persamaan Fisika

Keterangan:
ε = regangan
L = Panjang mula-mula
ΔL= Perubahan panjang material
R= Resistansi mula-mula
ΔR= Perubahan Resistansi
K= Konsanta Perbandingan/Gauge Factor


Sabtu, 11 Mei 2013

EMG (Electromyogram)

( Diagnostik , Elektromedik )




Beberapa istilah EMG

-Electromiografi : Teknik untuk merekam aktifitas kelistrikan yang dihasilkan otot

-Electromiograph : Alat diagnostik yang berfungsi untuk menghasilkan rekaman aktifitas kelistrikan otot rangka

-Electromiogram : Hasil rekaman diagnosa kelistrikan otot rangka


Fungsi dasar Pemerikasaan EMG
-Membantu membedakan antara gangguan otot primer seperti distrofi otot dengan gangguan sekunder
-Membantu menentukan penyakit degeneratif saraf sentral, kerusakan saraf, atau cedera saraf.
-Membantu mendiagnosa gangguan neuromuskular seperti myastenia grafis



Jenis Electroda

Electroda Indwelling


Electroda Surface














Cara pemasangan

1. Unipolar
Dilakukan dengan 1 elektroda terpasang pada otot yang diukur dan dibandingkan dengan electroda lain yang diletakkan di otot yang minim gerakan

2. Bipolar
Secara bipolar 2 electroda yang aktif diletakkan secara berdekatan di otot yang akan dikur dan dibandingkan dengan kondisi di ground




Teknik Pengukuran

Surface Electromograph (SEMG)
Teknik non-invasive untuk mengukur hasil aktifitas elektrik otot dari proses kontraksi dan relaksasi

Fire Wire Electromyogram (intramuscular EMG)
Teknik invasive untuk mengukur hasil aktifitas elektrik otot dari proses kontraksi dan relaksasi

Neuro Electrical Stimulation (NMES)
Burst dari pulsa elektrik merangsang kontraksi otot yang ditargetkan melalui elektrode


Rabu, 27 Februari 2013

Sphygmomanometer ( Tensimeter )

Alat Diagnostik

Sphygmomanometer ( Tensimeter )




Fungsi Alat
Sphygmomanometer adalah alat yang di gunakan untuk mengukur tekanan darah yang bekerja secara manual saat memompa maupun mengurangi tekanan pada manset dengan sistem non invasive.

Bagian-Bagian Alat
  • manset
  • bola tensi
  • selang
  • tabung skala
  • air raksa
Prinsip Kerja
Prinsip kerja alat pengukur tekanan darah (tensimeter) sama dengan U-Tube Manometer. Manometer adalah alat pengukur tekanan yang menggunakan tinggi kolom (tabung) yang berisi liquid statik untuk menentukan tekanan. Manset dipasang ‘mengikat’ mengelilingi lengan dan kemudian ditekan dengan tekanan di atas tekanan arteri lengan (brachial) dan kemudian secara perlahan tekanannya diturunkan. Pembacaan tinggi mercuri dalam kolom (tabung manometer) menunjukkan peak pressure (systolic) dan lowest pressure (diastolic).

Blok Diagram






Keterangan:
  • Pasien : Objek yang akan diperiksa tekanan darahnya
  • Cuff : manset yang berfungsi menahan laju aliran darah
  • Bulb & valve : memberi tekanan udara pada cuff dan air raksa
  • Measure unit: tempat air raksa dan melihat salit pengukuran tekanan darah

Pengoperasian (SOP)
  • Pemeriksa memasang kantong karet terbungkus kain (cuff) pada lengan atas.
  • Stetoskop ditempatkan pada lipatan siku bagian dalam.
  • Kantong karet kemudian dikembangkan dengan cara memompakan udara ke dalamnya. Kantong karet yang membesar akan menekan pembuluh darah lengan (brachial artery) sehingga aliran darah terhenti sementara.
  • Udara kemudian dikeluarkan secara perlahan dengan memutar sumbat udara.
  • Saat tekanan udara dalam kantong karet diturunkan, ada dua hal yang harus diperhatikan pemeriksa. Pertama, jarum penunjuk tekanan, kedua bunyi denyut pembuluh darah lengan yang dihantarkan lewat stetoskop. Saat terdengat denyut untuk pertama kalinya, nilai yang ditunjukkan jarum penunjuk tekanan adalah nilai tekanan sistolik.
  • Seiring dengan terus turunnya tekanan udara, bunyi denyut yang terdengar lewat stetoskop akan menghilang. Nilai yang ditunjukkan oleh jarum penunjuk tekanan saat bunyi denyut menghilang disebut tekanan diastolik.

Kalibrasi
  • Buka tutup tabung air raksa, buka penutup tabung air raksa, keluarkan air raksa dengan hati-hati ke wadah yang aman.
  • Lepaskan, U-Tube, tabung air raksa, selang, bulb, dan manset dari casing Tensimeter.
  • Bersihkan bagian dalam U-Tube dan tabung air raksa, dari kotoran.
  • Pasang kembali U-tube, tabung raksa, selang, manset dan bulb, pada casing Tensimeter
  • Isi tabung raksa dengan raksa hingga air raksa mencapai tepat di angka 0
  • Lakukan Kalibrasi dengan Phantom.
  • Pasang Phantom pada sambungan selang Tensimeter
  • Nyalakan Phanthom, tekan tombol Zero, untuk melakukan zeroing.
  • Pasang manset pada objek apa saja sebagai pengganti lengan pasien.
  • Angka pada display harus menunjukkan angka 0 saat zeroing, bila tidak 0, tambah atau kurangi air raksa hingga zeroing menunjukkan angka 0.
  • Pompa Tensimeter, liat posisi air raksa pada tensimeter dan samakan dengan angka yang ditunjukkan phanthom.
  • Air raksa dan phantom harus menunjukkan angka yang sama (toleransi=1)
  • Bila berbeda, tambah atau kurangi air raksa.
  • Setelah selesai tutup kembali tabung air raksa



Minggu, 27 Januari 2013

Stirer Hot Plate




Stirrer berfungsi untuk mengaduk, memanaskan, atau menghomogenkan suatu larutan kimia, atau zat-zat cai lainnya secara mekanik dan magnetik.

alat ini menggunakan elektrik motor sebagai pengaduk dan filamen pemanas (heater) sebagai pemanas.

 Komponen dalam stirrer:
  • Power supply
  • Rangkaian sensor suhu
  • Rangkaian motor
  • Mikrokontroler
  • Pemanas


Jenis-Jenis Stirrer:
Prinsip kerja:
supply akan memberikan tegangan sebesar +12 v dan +5 v terhadap ground. Saat power on ditekan maka display akan inisialisasi. Lalu mengatur suhu dan kecepatan yang telah di setting serta mengatur waktu. Ketika tombol start di tekan maka pesawat ini akan mulai bekerja. Motor dan pemanas akan bekerja sampai batas yang telah di atur dan batas waktu yang di tentukan. Saat waktu habis buzzer akan berbunyi dan  motor akan berhenti menandakan proses pencampuran selesai. 

Proses kalibrasi
  • gunakan tachometer untuk mengukur kecepatan motor
  • termometer untuk mengukur suhu
  • stopwatch untuk pengaturan waktunya

IC LM555



LM 555 adalah salah satu IC yang saat ini populer digunakan sebagai pewaktu. IC ini bekerja  pada tegangan +5V sampai +18V terhadap ground sehingga dapat diaplkasikan pada IC TTL atau CMOS. Jangkauan pewaktunya sampai dengan 15 menit. IC ini biasanya digunakan pada peralatan seperti oscilator, alarm, semua peralatan yang menghasilkan selang waktu.

Ada 2 cara kerja:
1. A Stble Multivibrator ( free running/bergetar bebas)
2. Monostable multivubrator (kondisi stabil)

Keterangan pin-pin IC LM 555
Terminal operasi keluaran pada pin 3:
1. bisa menjadi arus sumber bila keluarannya tinggi
2. bisa menjadi arus penerima bila keluarannya rendah
3. Impedansi tahanan dalamnya sekitar 10Mohm. dan arus yang mengalir keluar atau kedalam tidak lebih dari 200mA.

blok rangkaian dalam
check for datasheet: http://www.alldatasheet.com/datasheet-pdf/pdf/8979/NSC/LM555.html 



Sabtu, 01 Desember 2012

Alat Ultrasonography (USG)

(Peralatan Diagnostik)
Ultrasonography
Apa itu Ultrasonography ?
Ultrasonografi medis (sonografi) adalah sebuah teknik diagnostik pencitraan menggunakan suara ultra yang digunakan untuk mencitrakan organ internal dan otot, ukuran , struktur, dan luka patologi, membuat teknik ini berguna untuk memeriksa organ. (wikipedia)

Contoh Alat USG:




















Contoh Panel Kontrol pada USG










Mode-mode Scanning pada USG:
A-Mode (Amplitudo Scan Mode) :  Untuk mendeteksi objek yang diam, dan probe dalam keadaan diam (Contoh, scanning jantung). Echo diperlihatkan sebagai peak dan jarak antara pelbagai struktur dapat diukur.

B-Mode : Untuk deteksi objek diam, dan probe digunakan dengan bergerak. Memperlihatkan semua jaringan yang dilewati oleh scan ultrasound. Jika diamati dengan cepat akan terlihat secara real time

Real Time : Memperlihatkan gerakan menjukan gambar real time tepat dibawah transduser

M-Mode : Untuk objek bergerak dan probe bergerak (Contoh: scanning jantung). Hasilnya berupa garis gelombang biasanya untuk ultrasound



Keterangan Tombol Dimensi:
v  2D
Untuk scanning secara 2 dimensi (panjang, lebar)

v  3D
Untuk scanning secara 3 dimensi (panjang, lebar, kedalaman)

v  4D
Untuk scanning secara 4 dimensi (panjang, lebar, kedalaman, gerak)


Tipe Transduser :

v  Transduser Obstetrik
Transduser tipe linier/konveks yang dapat digunakan antara 3,5-5 Mhz dengan fokus 7-9cm

v  USG Umum
Selain USG pelvis, meliputi abdomen bagian atas pada pasien dewasa dan pelvis, maka transduser sektor/ konveks 3,5 Mhz, fokus 7-9 cm

v  USG Pediatrik
Untuk anak-anak, Transduser 5Mhz fokus 5-7cm
Untuk scanning otak neonatik, transdusaer 7,5 Mhz



Cabang Penggunaan USG Menurut Organ yang Didiagnosa
Echocardiograph : untuk diagnosa jantung
Venous: untuk diagnosa vena
Abdomen: untuk diagnosa perut dari bagian thorax sampai pelvis (bisa juga untuk kehamilan)
Pelvic: untuk diagnosa sekitar pinggang  (diagnosa batu ginjal, prostat)


Cara Dasar Penggunaan USG (User Manual USG)

1.    Tekan tombol Power pada pesawat USG, biarkan beberapa waktu untuk ‘boot up’.
2.    Untuk memulai penamaan data, tekan tombol ‘Pasien’, gunakan track ball dan keyboard untuk mengisi data pada sheet pasien.













3.    Sebelum menggunakan pastikan probe transduser terpasang dengan baik, pastikan knob tidak kendor.













4.    Untuk memulai melakukan pemeriksaan pertama-tama pilih ‘Probe Menu’
-          Tipe Linear baik untuk mendapatkan hasil resolusi yang tinggi.
-          Tipe Konveks/Curve untuk pemeriksaan struktur yang lebih dalam.
















5.    Untuk melakukan pemeriksaan pada pasien, oleskan gel pada pasien dan gunakan probe yang telah dipilih.
6.    Jika ingin melakukan pengamatan 2Dimensi pilih tombol 2D, begitu pula dengan 3 Dimensi, tekan tombol 3D.
7.    Pada awal pemeriksaan setting ‘depth’ dan ‘zoom’, dengan menggunakan tombol ‘depth &zoom’.












8.     Untuk mengatur TGC (Time Gain Compensation) geser knob-knob ke kanan atau kekiri, knob paling atas untuk titik yang teratas (kurang dalam) semakin ke bawah, semakin dalam.












9.    Jika sudah mendapatkan visualisasi hasil USG yang diinginkan kita dapat menekan tombol Freeze. Gunakan tombol Store jika ingin menimpan gambar.
10. Pada hasil Scan yang sudah di freeze, kita dapat memberi label pada hasil scan dengan cara menekan tombol penamaan (ABC button), lalu beri penamaan dengan keyboard.












11.  Jika ingin melakukan pengukuran pada objek yang di scan, gunakan tombol ‘Measure’, gunakan Track Ball & tombol ‘Set’ untuk menentukan mark (titik/tanda) agar dapat dilakukan pengukuran, panjang atau lebar objek.












12.  Untuk melakukan pengukuran volume (pada ginjal contohnya) lakukan pengukuran seperti diatas, hanya saja diperlukan 3 tipe pengukuran, yaitu, panjang, lebar, dan tinggi (kedalaman)
13. Setelah selesai melakukan pengamatan, matikan alat dengan menekan OFF tombol Power

Untuk lebih lengkapnya anda dapat melihat video tutorial penggunaan USG di sini:

Sabtu, 13 Oktober 2012

Komponen-Komponen Pasif & Aktif dalam Elektronika

( Elektronika Diskrit )

Dalam elektronika terdapat 2 tipe komponen yaitu komponen aktif dan komponen pasif.


KOMPONEN PASIF

Komponen pasif adalah komponen-komponen elektronika yang tidak memerlukan tegangan ataupun arus listrik agar dapat bekerja.


Resistor (tahanan)
Resistor adalah komponen yang berfungsi menahan arus listrik. Memiliki satuan internasional Ohm (Ω)
Semakin tinggi nilai resistor (R), semakin rendah arus (I), dan sebaliknya.
sesuai hukum Ohm   R= V/I








Kapasitor (Kondensator)
Kapasitor adalah komponen yang berfungsi untuk menyimpan dan melepaskan muatan listrik. Memiliki satuan internasional Farad (F)











Induktor
Induktor adalah komponen yang dapat menyimpan energi pada medan magnet yang ditimbulkan oleh arus listrik yang melintasinya. Satuan induksi internasionalnya adalah Henry.










Transformator (Trafo)
Trafo adalah alat listrik yang berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan tegangan listrik.










KOMPONEN AKTIF

Komponen pasif adalah komponen-komponen elektronika yang memerlukan tegangan ataupun arus listrik agar dapat bekerja.

Dioda
Dioda adalah komponen yang berfungsi sebagai penyearah arus, yaitu dengan mengalirkan arus yang searah dan memblok arus yang berlainan arah. Bisa juga digunakan sebagai filter pada rangkaian.








Transistor
Transistor adalah komponen yang berfungsi sebagai penguat, sirkuit switch (pemutus-penyambung), stabilisasi tegangan dan lain-lain. Transistor bisa dibayangkan sebagai sebuah 'kran listrik' pada elektronika.


Sabtu, 06 Oktober 2012

Apa itu IC LM741 ?

(Elektronika Terintegrasi)
IC LM741
LM741 adalah salah satu IC (Integrated Circuit) Op-Amp (Operational Amplifier) yang memiliki 8 pin. IC Op-Amp ini terdapat 2 jenis bentuk, yaitu tabung (lingkaran) dan kotak (persegi), tetapi yang umum adalah yang berbentuk persegi. Op-Amp banyak digunakan dalam sistem analog komputer, penguat video/gambar, penguat audio, osilator, detector dan lainnya. LM741 biasanya bekerja pada tegangan positif/negatif 12 volt, dibawah itu IC tidak akan bekerja. Setiap pin/kaki-kaki pada IC LM741 mempunya fungsi yang berbeda-beda, keterangan pin/kaki-kaki LM741 dapat dilihat pada gambar dibawah ini.



Op-Amp LM741 dapat membuat beberapa fungsi rangkaian seperti gambar berikut.


Macam-macam rangkaian yang dapat dibentuk LM741
  • Detektor Penyilang Nol: mendeteksi tegangan-tegangan di atas nol
  • Detektor Taraf Tegangan (positif dan negatif): mendeteksi tegangan-tegangan acuan pada tegangan positif maupun negatif yang sudah kita tentukan.
  • Penguat (Buffer): memperkuat amplitudo pada pulsa output nya.
  • Penguat 2 Tingkat: seperti rangkaian Buffer, tetapi mengalami 2 kali penguatan. 
  • Pembangkit Isyarat: untuk membangkitkan pulsa
  • Rangkaian Diverensial: untuk pengukuran pengendalian instrumentasi dan penguat sinyal-sinyal yang sangat lemah.
  • Rangkaian Instrumentasi: untuk memperbaiki penguat differensial.

Jumat, 20 Juli 2012

Membuat Sensor Cahaya Sederhana dengan LM741 & LDR

( Elektronika Terintegrasi )
Sensor Cahaya

Komponen:
Rangkaian Power Supply:
1.       Trafo CT 1A (1)
2.       LM7812 (1)
3.       LM7912 (1)
4.       Dioda Zener (1)
5.       Capasitor Polar 2200 uF (4)
6.       Kawat jumper
7.       Papan PCB
8.       Saklar + kabel  2 phasa.

Rangkaian Sensor
1.       LM741 +  Socket (1)
2.       Resistor 470Ω (1)
3.       Potensio Meter 100k Ω (1)
4.       Sensor : Light Depends Resistance (LDR) (1)
5.       LED biasa (merah) (1)
6.       LED super (putih) (1)
7.       Kawat Jumper
8.       Papan PCB

Alat:
1.       Solder
2.       Timah
3.       PCB Drill
4.       Larutan Ferri Clorida

  
Rangkaian Power Supply



Rangkaian Sensor cahaya



Cara membuat:
1.       Buat Layout sesuai rangkain pada papan PCB, larutkan mengguna Ferro Clorida untuk membuat jalur layout.
2.       Lubangi titik-titik pin pada PCB menggunakan Drill PCB
3.       Pasang dan solderlah komponen pada PCB dengan posisi yang tepat sesuai rangkaian
4.       Gabungkan rangkaian Power supply dan Sensor cahaya dengan lubang connector pada masing masing layout menggunakan kabel jumper. 

a

5.       Setelah rangkaian selesai, buatlah cassing sesuai selera.

Cara menggunakan Sensor Suhu:
1.       Hubungkan rangkaian pada sumber listrik, maka LED merah akan menyalah, ini mengindikasikan bahwa alat berada pada tempat yang terang.
2.       Setting/putar potensio meter pada titik yang tepat, yaitu ketika resistansi membuat LED merah menyala tepat sebelum LED putih menyala.
3.       Tempatkan/kondisikan sensor LDR pada kondisi yang gelap, bila LED merah mati dan LED putih menjadi hidup, maka sensor cahaya sudah bekerja dengan baik.

Cara kerja rangkaian:
Kaki nomor 3 pada LM741 berfungsi sebagai Ei, Ei dipengaruhi oleh resistansi pada LDR. Kaki nomor 2 pada LM741 berfungsi sebagai Vref, Vref dipengaruhi oleh potensio meter. Saat LED merah menyala, itu berarti Ei telah melampaui Vref, sehingga Vo mengalami saturasi, tegangan output bernilai (+). Saat LDR tidak menerima cahaya,  hal tersebut membuat resistansi LDR bertambah (naik) sehingga mengurangi  besar tegangan Ei, ketika tegangan Ei tidak melampaui Vref, maka output akan bernilai negatif, maka LED putih lah yang menyala.

Urine Analyzer

( Alat Lab , Kimia Klinik , Elektromedik )
URINE ANALYZER
 



PRINSIP KERJA:

Urine analyzer adalah alat semi-otomatis untuk pengecekan yang dilakukan diluar tubuh untuk mendapatkan hasil pengecekan urine dengan hasil yang lebih tepat.

Urine Analyzer digunakan untuk membaca dan mengevaluasi hasil dari Urine Test Strip. (Contoh: Chemstrip 10MD*, Chemstrip 7,  dan Chemstrip 5 OB)

Strip tes urine ini digunakan untuk strip multiparameter penentuan berat jenis, pH, leukosit, nitrit, protein, glukosa, keton, urobilinogen,bilirubin dan darah dalam urin.

Urine Analyzer adalah alat fotometer reflektansi (reflectance photometer).Urine Analyzer membaca strip tes urine pada kondisi standar, menyimpan hasil ke memori dan menampilkan hasil melalui printer built-in dan / atau serial interface pada alat tersebut.

Urine Analyzer menstandarisasi hasil ‘Urine Test Strip’ dengan dengan menghilangkan faktor-faktor yang diketahui dapat mempengaruhi evaluasi/pengecekan secara  visual pada strip tes urine.



CARA KERJA:

Strip uji ditempatkan pada baki geser, lalu motor penggerak bergerak kedalam alat pembaca.
Analisa pad membaca referensi, diikuti oleh masing-masing dari bagian uji pada strip. Alat pembaca berisi LED yang memancarkan cahaya pada berbagai macam panjang gelombang.

Pembacaan dilakukan secara ‘electro-optically’ yang dilakukan sebagai berikut:

LED memancarkan cahaya dari panjang gelombang yang ditetapkan ke permukaan test pad pada sudut optimal. Lampu yang mengenai ‘test zone’ (zona uji) terpantul secara proporsional dengan warna yang dihasilkan pada test pad dan ditangkap oleh detektor.

Sebuah phototransistor diposisikan tepat di atas zona uji. Phototransistor mengirimkan sebuah sinyal listrik analog ke A / D converter, yang berubah ke bentuk digital.

Mikroprosesor kemudianmengkonversi pembacaan digital menjadi nilai reflektansi relatif dengan mengacu pada standar kalibrasi.

Akhirnya, sistem membandingkan nilai reflektansi dengan batas jangkauan yang ditetapkan (reflektansi nilai-nilai yang diprogram ke dalam analisa untuk setiap parameter) dan output hasil semi-kuantitatif. Setiap pad tes membaca photometrically sekitar 55-65 detik. Dalam sampel urin yang sangat basa, Urine Analyzer secara otomatis mengoreksi hasil tes berat jenis







Berikut ini adalah daftar prinsip-prinsip uji spesifik untuk setiap parameter:

Berat Jenis: Dengan adanya kation, proton yang dilepaskan oleh zat pengompleks dalam pad tes. Indikator bromthymol biru perubahan dari biru melalui biru-hijau ke kuning.

Uji pH: pad pengujian berisi indikator metil merah dan bromthymolbiru. Indikator-indikator ini memberikan perbedaan warna yang jelas pada rentang pH dari 5 sampai 9.1, Dua  warna berkisar dari oranye ke kuning dan hijau ke biru.

Uji Leukosit: leukosit granulocytic mengandung esterases yang mengkatalisis hidrolisis dari suatu indoxylcarbonic asam ester menjadi indoxyl. Indoxyl yang terbentuk bereaksi dengangaram diazonium untuk menghasilkan warna ungu.

Uji Nitrit: Nitrit, jika ada, akan bereaksi dengan amina aromatik untuk memberikan garam diazonium, lelu terangkai dengan senyawa lebih lanjut, menghasilkan pewarna merah-ungu azo

Uji Protein: Tes ini didasarkan pada perubahan warna indikator 3 ', 3 ",5', 5"-tetrachlorophenol-3, 4, 5, 6-tetrabromosulfophthalein dengan adanya protein. Reaksi positif ditunjukkan dengan perubahan warna dari kuning ke hijau muda atau hijau


Uji Glukosa: deteksi Glukosa didasarkan pada metode enzymatic glucose oxidase/peroxidase (GOD/POD) atau oksidasi /peroksidasi glukosa enzimatik Reaksi oksidasi glukosa memanfaatkan enzim untuk mengkatalisis pembentukan asam gluconic dan peroksida hidrogen dari oksidasi glukosa. Selanjutnya, enzim kedua, peroksidasi,mengkatalisis reaksi hidrogen peroksida dengan chromogen tetramethylbenzidine untuk membentuk kompleks pewarna hijau. Reaksi positif ditunjukkan dengan perubahan warna dari kuning ke hijau

Uji  Keton: Berdasarkan prinsip Legal’s Test, natrium nitroprussidedan glisin bereaksi dengan asetoasetat dan aseton dalam media alkali untuk membentuk kompleks pewarna ungu.Hasil positif ditunjukkan dengan perubahan warna dari krem ke ungu

Uji Urobilinogen: Urobilinogen digabungkan dengan 4-methoxybenzene-diazonium-tetrafluoroborate dalam asam media untuk membentuk zat warna azo merah

Uji Bilirubin: Deteksi bilirubin berdasarkan pada reaksi penggabungan dari garam diazonium dengan bilirubin dalam suatu asam menengah. Reaksi menghasilkan warna merah muda menjadi merah-ungu sebanding dengan konsentrasi totalbilirubin (Beberapa pengguna dapat menggambarkan ini sebagai krem pada warna persik.)

Uji Darah: Hemoglobin dan mioglobin, jika ada, mengkatalisisoksidasi indikator dengan peroksida organik terkandung dalam tes pad. Eritrosit hemolisis utuh pada tes pad dan hemoglobin membebaskan hemoglobin yang menghasilkan suatu titik hijau. Karena test pad menyerap beberapa microliter urin, eritrosit akan lebih terlihat. Pada set yang terpisah dari blok warna yang mewakili eritrosit dan hemoglobin. Titik hijau tersebar atau dipadatkan pada pad tes kuning adalah indikasi dari eritrosit utuh, atau mioglobin.

Contoh penggunaan urine analyzer.



Parameter dan panjang gelombang yang ditinjau oleh Urine Analyzer pada Strip Test

Parameter
Panjang gelombang
Berat Jenis
620 nm
pH
620 nm / 557 nm
Leukosit
557 nm
Nitrit
557 nm
Darah (eritrosit)
620 nm / 557 nm
Glukosa
557 nm
Keton
557 nm
Urobilinogen
557 nm
Bilirubin
557 nm
Protein
557 nm